Cermati paragraf berikut!
Pendidikan karakter sering kali gagal mencapai tujuan karena banyak orang menganggapnya hanya sebatas pelajaran agama atau kewarganegaraan di sekolah. Padahal, pembentukan karakter yang sesungguhnya terjadi melalui kebiasaan sehari-hari, teladan dari orang tua dan guru, serta lingkungan sosial yang mendukung. Jika orang tua sendiri masih sering berkata kasar, suka menyontek, atau tidak disiplin, anak akan meniru perilaku itu meskipun di sekolah diajarkan nilai-nilai luhur. Ibarat menanam padi, jika benihnya baik tetapi tanahnya keras dan airnya keruh, hasilnya tetap tidak akan optimal.
Berdasarkan paragraf di atas, faktor utama yang menyebabkan pendidikan karakter sering kali tidak berhasil adalah …