Cermatilah kalimat-kalimat acak berikut!
(1) Bahkan ketika anak-anak lain bisa bercengkerama dan bermanja-manja dengan ayah mereka, aku hanya dapat memandang dengan iri. (2) Jatuh berkali-kali, lutut lecet dan berdarah, aku harus menghadapinya sendirian sampai akhirnya bisa mengayuh sepeda. (3) Di saat teman-teman seusiaku belajar naik sepeda dengan tangan ayah yang menyangga jok belakang, aku tidak pernah merasakan itu. (4) Kehangatan seorang ayah adalah sesuatu yang tak pernah kurasakan sejak kecil. (5) Semua itu karena ayahku adalah anggota mafia yang selalu sibuk dan jarang pulang ke rumah.
Paragraf narasi yang paling logis dan runtut setelah disusun ulang adalah urutan …