aku hidup untukMu, jadikanlah aku milikMu
sebagaimana kekasihMu yang salawat dan salam
terus mengalir kepadanya. Cinta yang menyala
di dadaku tak bisa lagi berkata-kata saat airmata
mengalir deras di Raudhah, mengalirkan kalbuku
yang hitam pekat ke arah kiblat. Jadikan aku milikMu
walau rupaku sebutir pasir yang hangus dibakar api
yang tergolek di gersang gurun kehidupan di bumi
(βDi Masjid Nabawiβ, Soni Farid Maulana)
Penggalan puisi tersebut mengungkap rasa ....